Adriani Sukmoro

Hermitage

Salah seorang anggota keluarga perlu berkonsultasi medis masalah pembuluh darah di kakinya. Dianjurkan berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis bedah vaskuler di sebuah rumah sakit.

Jackson Square

Ketika mendengar nama dokter spesialis bedah vaskuler yang direkomendasikan, saya jadi tersenyum sendiri. Nama besar, nama mantan Presiden Amerika Serikat.

Dokter spesialis itu bernama Andrew Jackson. Nama yang sangat familiar di telinga. Saya mengenal nama Andrew Jackson pertama kali ketika menetap di New Orleans. Saat berjalan-jalan di Lafayette Park dalam Jackson Square, salah satu area turisme New Orleans, saya menemukan patung perunggu seorang pria menaiki kuda. Pria itu terlihat gagah, mengangkat topinya, seolah-olah sedang memberi hormat. Kudanya pun seperti memberi hormat dengan mengangkat kedua kaki depannya.

Patung perunggu itu didirikan sebagai penghormatan kepada Jenderal Andrew Jackson, yang memimpin pasukan Amerika Serikat dalam peperangan melawan Inggris di New Orleans bulan Januari 1815. Peperangan itu dikenal sebagai The Battle of New Orleans. Pasukan Inggris mendarat di New Orleans tahun 1814, bertujuan menduduki kota itu. Jika bisa menguasai New Orleans, Inggris akan bisa mengontrol lalu lintas Sungai Mississippi yang mengalir melalui kota itu. Sungai Mississippi merupakan sungai terpanjang kedua di Amerika, mengalir dari negara bagian Minnesota di bagian Utara hingga bermuara ke Teluk Meksiko di negara bagian Louisiana yang terletak di Selatan Amerika. Banyak kota dilalui sungai itu, termasuk New Orleans. Pelabuhan New Orleans sangat strategis, memainkan peranan penting sebagai pintu masuk perdagangan di Amerika.

Presiden Ketujuh

Amerika menang telak dalam The Battle of New Orleans. Kemenangan besar bagi negara yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaannya saat itu. Kemenangan telak itu membuat Jenderal Andrew Jackson terkenal dengan kepemimpinan perangnya.

Andrew Jackson sudah bergabung dengan militer Amerika di usia tiga belas tahun, di masa peperangan terjadi di Amerika. Kesuksesannya dalam karier kemiliteran membawanya ke panggung politik. Andrew Jackson terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ketujuh, menduduki posisi itu dari tahun 1829 hingga 1837 (dua kali periode jabatan).

Perkebunan Kapas

Di usia 37 tahun, saat masih dinas di kemiliteran, Andrew Jackson dan istrinya membeli lahan seluas 425 hektar (sekitar 1.7 juta meter persegi) di negara bagian Tennessee. Lahan luas itu ia namakan Rural Retreat, tempat peristirahatan bernuansa pedesaan. Beberapa waktu kemudian ia mengganti nama tempat itu menjadi Hermitage, kata dalam bahasa Perancis yang berarti tempat bertapa.

Secara perlahan Andrew Jackson mengembangkan lahan luasnya menjadi perkebunan kapas. Ia memiliki visi bisnis, perkebunannya akan memproduksi kapas, sumber mata pencaharian bagi keluarganya.

Perkebunan kapas di lahan luas itu membutuhkan tenaga kerja. Andrew Jackson mulai membeli budak kulit hitam sebelum menikah. Dimulai dengan mempekerjakan 9 budak di awal pengembangan perkebunan kapas di Hermitage, hingga memiliki sekitar 150 budak ketika ia meninggal dunia tahun 1845.

Home of the People’s President

Di bulan Oktober 2022 saya dan keluarga mengunjungi kota Nashville, di negara bagian Tennessee. Mumpung sedang berada di sana, putri sulung menawarkan untuk mengunjungi Hermitage, rumah kediaman Andrew Jackson.

Tentu tak dilewatkan kesempatan mengunjungi rumah Presiden Amerika Serikat. Apalagi jarak tempuh tidak lama. Hermitage tak jauh letaknya dari Nashville. Dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, kendaraan sudah tiba di tempat tujuan.

Hari itu hari Minggu. Terlihat beberapa pengunjung lain berada di Hermitage. Hermitage dibuka untuk umum, pemerintah setempat menjadikannya sebagai museum yang menggambarkan kehidupan Andrew Jackson dan keluarga. Di batu penunjuk kediaman itu tertulis: The Hermitage, Home of President Andrew Jackson. Di bagian atas batu terpampang gambar Andrew Jackson sedang menunggang kuda, gambar yang mirip dengan patung perunggu yang saya lihat di Jackson Square, New Orleans.

Dengan membeli tiket seharga $23, pengunjung bisa memasuki rumah Hermitage. Banyak informasi yang tertera di dalam rumah, membuat pengunjung bisa mempelajari sejarah pengembangan Hermitage, sekaligus sejarah kehidupan Andrew Jackson. Pengunjung juga bisa menaiki gerobak yang ditarik kuda, menelusuri lahan luas, melihat pohon-pohon kapas. Saya sempat melihat pondok sederhana tempat para budak kulit hitam tinggal di Hermitage.

Pengelola Hermitage menyebut kediaman Andrew Jackson sebagai Home of the People’s President. Sebutan yang didasari prestasi Andrew Jackson dalam memimpin peperangan dan perubahan yang dilakukannya saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Uang $20

Uang kertas suatu negara biasanya memuat gambar pahlawan atau tokoh nasional. Sebagai penghargaan terhadap jasa Andrew Jackson, gambarnya ditampilkan pada uang kertas $20 Amerika. Mau tak mau saya sering melihat wajah Andrew Jackson ketika berada di Amerika. Saya sering menggunakan uang kertas $20 dalam transaksi belanja.

Tak semua warga Amerika menganggap Andrew Jackson sebagai tokoh yang patut dikagumi. Ada warga yang memprotes gambar Andrew Jackson di uang kertas $20. Walau ia telah memenangkan The Battle of New Orleans dan menjadi Presiden Amerika Serikat selama dua periode, ada warga yang tak setuju dengan perbudakan yang dipraktikkan Andrew Jackson di perkebunan kapasnya. Ia tak segan menghukum cambuk budak-budak yang dinilai tak bekerja sesuai standar, atau budak-budak yang berusaha melarikan diri. Hal ini membuat Andrew Jackson menjadi tokoh kontroversial: pahlawan perang tapi pendukung perbudakan.