
Work hard, play hard. Istilah yang dipakai Citibank, menggambarkan para insan Citibanker yang bekerja keras tapi tak lupa merayakan pencapaian kinerja. Seperti misalnya kegiatan pesta meriah tak lama setelah produk kartu kredit diluncurkan. Perheletan pesta itu untuk merayakan pencapaian jumlah nasabah kartu kredit di target tertentu, dirayakan Citibank di Hotel Shangri-La Jakarta kala itu.
Annual Party
Merayakan keberhasilan kinerja penting untuk dilakukan perusahaan. Salah satu kegiatan perayaan yang dilakukan setahun sekali oleh Citibank dinamakan Annual Party. Pesta yang melibatkan segenap karyawan, dilakukan di hotel berbintang lima, menyuguhkan makanan dan minuman mengenyangkan. Tak lupa hiburan penampilan penyanyi atau band yang sedang populer saat itu.
Annual Party merupakan wujud apresiasi perusahaan terhadap karyawan, para pelaku yang memungkinkan segala rencana bisnis terlaksana dengan baik. Biasanya dilakukan di hari Jum’at malam, membuat karyawan bisa berpesta sepuasnya hingga larut malam, esok tak perlu ke kantor, bisa bangun lebih siang di akhir pekan.
Tak hanya Citibank yang mengadakan malam apresiasi sedemikian. Perusahaan tempat saya bekerja lainnya, yang menghasilkan kinerja bisnis bagus setiap tahun, juga mengadakan pesta karyawan. Mulai dari American Express Bank, Standard Chartered Bank, hingga Prudential. Jika Citibank menamakan malam apresiasi karyawan itu Annual Party, ada yang menamakan kegiatan sejenis sebagai Staff Party, Employee Gathering, Year End Party (karena perusahaan itu melakukannya di akhir tahun), dan lain-lain.
Komite
Pesta karyawan selalu ditunggu-tunggu. Untuk memastikan kemeriahan pesta karyawan dan berlangsungnya kegiatan karyawan lainnya, perusahaan membetuk komite penyelenggara. Dari karyawan untuk karyawan, filosofi yang digunakan dalam pembentukan komite penyelenggara. Anggota komite terdiri dari karyawan yang berasal dari berbagai departemen, bisa dilakukan secara sukarela (mendaftarkan diri sendiri), bisa juga ditunjuk Kepala Departemen.
Anggota komite selalu berganti setiap tahun, keanggotaan komite hanya berumur setahun, memberi kesempatan kepada karyawan lain untuk duduk dalam komite dan memetik pengalaman mengelola kegiatan karyawan (khususnya pesta karyawan).
Di suatu perusahaan asuransi, komite penyelenggara kegiatan tahunan karyawan dinamakan Staff Engagement Committee (SEC). Selain pesta tahunan karyawan, SEC juga mengelola kegiatan lomba sport, baik lomba internal perusahaan maupun partisipasi dalam lomba yang diadakan pihak luar.
Tugas SEC menjadi semakin penting ketika asosiasi perusahaan asuransi mulai mengadakan Sportainment, kegiatan tahunan yang bertujuan untuk membina rasa persaudaraan dan persahabatan antar karyawan perusahaan asuransi jiwa dan reasuransi. Selain mempertandingkan berbagai cabang olahraga, dilakukan juga lomba dance dan menyanyi dalam Sportainment. Bisa dikatakan kegiatan itu seperti Porseni (Pekan Olahraga dan Seni), pertandingan antar sekolah yang biasa diselenggarakan pemerintah.
SEC harus pintar-pintar menyaring talenta karyawan untuk bidang yang dipertandingkan dalam Sportainment, termasuk mencari penyanyi solois dan membentuk grup band karyawan untuk berpartisipasi dalam lomba menyanyi. Perusahaan yang berhasil memenangkan pertandingan sebanyak mungkin akan menjadi juara umum Sportainment.
Di suatu bank asing, kegiatan karyawan yang meriah membuat ketertarikan karyawan untuk menjadi Ketua komite penyelenggara. Pemilihan Ketua dilakukan secara terbuka, mereka yang mendaftar menjadi Ketua melakukan kampanye guna menarik simpatisan. Masing-masing kontestan memaparkan program yang akan diselenggarakan jika terpilih menjadi Ketua komite penyelenggara kegiatan karyawan. Untuk mendapatkan suara terbanyak, salah seorang kontestan menyewa bajaj saat kampanye. Bersama ‘para pengawalnya’, kontestan itu menaiki bajaj tadi, berhenti di lobby kantor, masuk ke ruang kampanye diiringi sorak sorai pendukungnya. Kemeriahan yang membuat suasana kampanye menarik dan penuh tawa.
Tema
Selalu ada tema yang dipilih untuk memeriahkan malam apresiasi karyawan. Komite penyelenggara yang memutuskan tema yang diusung. Dekorasi ruang, dress code yang dikenakan hadirin, dan agenda acara disesuaikan dengan tema malam apresiasi itu.
Karyawan mau bersusah payah mengenakan dress code sesuai tema acara. Selalu ada pemilihan dress code terbaik, biasanya pemenangnya beberapa orang. Mereka yang menang berkomentar, hadiahnya lumayan untuk membayar sewa baju yang dikenakan.
Selain hidangan makanan dan hiburan, selalu ada lucky draw dengan hadiah lumayan menarik. Mulai dari peralatan rumah tangga (rice cooker, microwave, kulkas, TV, mesin cuci), hingga sepeda dan sepeda motor. Semakin mahal nilai hadiah lucky draw, semakin malam giliran penarikannya. Hadiah menarik membuat karyawan bertahan menunggu hingga akhir penarikan lucky draw, sambil menikmati acara yang berlangsung. Citibank pernah membuat kejutan, menyediakan lucky draw berupa tiket dan akomodasi untuk dua orang ke negara tetangga Singapura.
Hadiah tiket liburan itu sangat diapresiasi karyawan yang beruntung mendapatkannya; kebetulan ia dan istri belum pernah ke Singapura. Cerita liburan karyawan itu pun dibagikan dalam CitiKita, buletin perusahaan yang diterbitkan secara berkala.
Lomba penampilan (performance) antar unit bisnis, atau antar kantor cabang, atau antar departemen sering kali dijadikan agenda pesta karyawan. Keseruan sudah terjadi sebelum malam apresiasi, kelompok karyawan yang mendaftar berpartisipasi dalam lomba sibuk latihan untuk menyuguhkan performance terbaik di pesta karyawan. Ide menarik berisi tampilan mengundang tawa biasanya menjadi favorit juara.
Di suatu perusahaan lainnya, pembawa acara (MC) yang ditunjuk komite penyelenggara malam apresiasi karyawan mengenakan busana khusus: busana dengan tampilan lampu LED berwarna-warni. Sekilas penampilan MC kekinian. Namun lampu LED di busana itu tiba-tiba mati, hanya mampu hidup di awal acara. Kesalahan teknis yang tak mampu diatasi bagian yang bertanggung jawab menangani busana MC. Hingga akhir acara lampu LED di busana MC tak kunjung hidup, mati total. MC tak siap dengan busana panggung lainnya, membuatnya terpaksa tetap mengenakan busana baja walau terlihat kurang nyaman dipakai.
Karyawan selalu menikmati malam apresiasi yang diadakan perusahaan. Di malam itu, tak ada batasan, tak ada perbedaan kepangkatan. Walau hanya satu malam, pesta karyawan selalu meninggalkan kesan.